it’s not rain, it’s storm…

Posted: February 26, 2008 in Live Story

it’s not rain, it’s storm…

sebenernya kata-kata diatas gwe kutip dari status ym temen gwe, ntah napa tiba-tiba kekna kata itu menjadi dalam menohok, menusuk, menggrogoti (halah) hati sanubari gwe.

Btw, sebelumnya gwe mo nanya, lu pernah naek sepeda onthel 12 jam non-stop secara smua jalan menanjak dan nonstop pula? klo belum lu bayangin aja deh, kira-kira capek nda? apakah melelahkan? Nah, kira-kira lagi lebih capek mana sama yang namanya hidup? (sorry, sok filsuf, tp gwe jg gak ngarti jawabannya wkwkwk)

Idup kadang mang terasa melelahkan, setidaknya bagi gwe, yah nda selalu melelahkan sih, ada kalanya sejenak kita bagai dikasi waktu istirahat, meskipun hanya 5 menit, untuk menikmati indahnya hidup.

Setiap masalah kekna ga pernah ada ujungnya, baru aja selese masalah yang satu dateng lagi masalah yang baru, kadang yang satu lom slese, yang laen dah buru-buru ngejar2 gwe, serasa jadi seleb, seleb bagi para masalah.huehuehue. Sampai terkadang ada masalah yang sepertinya beraaaaaaaaaaaaattttttttttttttttttttt banget, kek pengin ngilang aja ada dari dunia (ngilang, bukan brati pengin mati, cuz bunuh diri itu dosa), sampe karena mikir terlalu dalem mpe keluar aer (mang sumur!!), pengin bgt lepas, pengin bgt gak mikirin tapi koq tetep kepikiran??? capek rasanya.

(pesan moral : tapi jangan lupa klo pikiran itu anugerah dari tuhan yang hanya diberikan kepada manusia)

sampe-sampe klo diibaratkan kalo hidup itu adalah laut dan kita adalah nahkoda dari sebuah kapal kemudian masalah itu adalah hujan, kita sang nahkoda yang gagah berani serta tampan dan mengaggumkan sampe berteriak, scream our lungs out “ITS NOT RAIN, ITS STORM !!!” then try to get out whatever it takes… dihujani masalah yang bertubi-tubi yang lama-kelamaan menjadi badai dalam hidup. Pengin bgt lepas dari masalah, bagaimanapun caranya.

(pesan moral : sebaiknya pilih cara yang “baik-baik” aja yak)

Tapi, pernahkah kita membayangkan? kalau seandainya hidup tanpa masalah?

andai saja kita, tanpa ada usaha lulus sekolah atau kulian, dan sekonyong2 hidup mapan, kira-kira bisakah kita menemukan arti dari hidup?, akankah kita bisa menemukan jati diri kita?, bisakah kita menjadi dewasa? (dewasa bukan brati menjadi tua loh), dapatkah kita meningkatkan penerimaan diri dari tanggung jawab?

Mungkin saja dapat, mungkin saja kita bisa, tapi sepertinya kita gak akan pernah tau, karena kita sepertinya nda mungkin hidup tanpa masalah, ato mungkin ada yang punya hidup yg seperti itu?

karena tanpa masalah kita tidak bisa merasakan sukses tanpa adanya masalah, kita tidak bisa merasakan arti hidup tanpa menyadari arti keberadaan kita dalam hidup, arti diri kita sendiri yang telah melalui hal itu smua.

Yah setidaknya itu dari pemikiran gwe sih, secara keberadaan gwe yang sangat punya keterbatasan mungkin juga gwe salah, tapi moga-moga ajah bisa jadi sudut pandang yang berbeda dan bahan pertimbangan bagi kita semua…

huehuehue

Comments
  1. tukang makan says:

    NAHKODA YG GAGAH BERANI SERTA TAMPAN DAN MENGAGUMKAN?? SAPA??? saya????

    hehehehe…blog loe bagus mas :p (sebenerny pengen ngomentarin luwih akeh tur nek ngono podho wae aku membuka aib sendiri :p)

  2. kissweapon says:

    nda papa mbak (ato mas?)
    bagi pembaca lain yang ingin mengetahui kisah dan latar belakang si legenda “setan betina” hidup a.k.a sanpang a.k.a margareth yang udah comment di atas silahkan klik
    http://www.tukangmakan.livejournal.com/

    (^_^)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s