06.19.08
Alzheimer

Tadi sore abis nonton pilem korea, bukan pilem baru seh, tu pilem premiere di korea taon 2004, judulnya Nae Merisokui Jiwoogae ato kalo enggres titelnya tuh A Moment To Remember. Yawh namanya juga pilem drama, ya sedih-sedih ditu deh, untungnya gwe nonton sambil Ye-Em’an, jadi aman dari mata memerah alias mu nangis deh, hehehehe…
Nah, di pilem itu tuh karakter si cewek kena penyakit yang namanya Alzheimer atawa Kepikunan, iseng-iseng browsing ternyata ada penjelasan soal penyakit ini, serem juga liatnya, iseng-iseng browsing, iseng-iseng ngeblog, lama juga udah gak posting, yawda iseng-iseng lagi gwe tulis ajah soal Alzheimer ini, jadi begini ceritanya…
Alzheimer atau kepikunan merupakan sejenis penyakit penurunan fungsi saraf otak yang kompleks dan progresif. Penyakit Alzheimer bukannya sejenis penyakit menular. Penyakit Alzheimer adalah keadaan di mana daya ingatan seseorang merosot dengan parahnya sehingga pengidapnya tidak mampu mengurus diri sendiri. Penyakit Alzheimer bukannya ‘kekanak-kanakan karena usia tua’ yang sekadar suatu proses penuaan. Sebaliknya, adalah sejenis masalah kesehatan yang amat menyiksa dan perlu diberikan perhatian.
Alzheimer digolongkan ke dalam salah satu dari jenis nyanyuk (dementia) yang dicirikan dengan melemahnya percakapan, kewarasan, ingatan, pertimbangan, perubahan kepribadian dan tingkah laku yang tidak terkendali. Keadaan ini amat membebani bukan saja kepada pengidapnya, malah anggota keluarga yang menjaga. Penyakit Alzheimer yang menurunkan fungsi memori ini juga menjejaskan fungsi intelektual dan sosial penghidapnya. Biasanya, anggota keluarga hanya datang membawa orang yang sakit berjumpa dokter apabila mereka sudah tidak tahan dengan gejala orang yang sakit.
Hingga kini, sumber sebenarnya penyakit ini tidak diketahui. Tetapi, ia bukanlah disebabkan penuaan. Bagaimanapun, ilmuwan berpendapat, ia dikaitkan dengan pembentukan dan perubahan pada sel-sel saraf yang normal menjadi serat.
Resiko untuk mengidap Alzheimer, penyakit yang sinonim dengan orang tua ini, meningkat seiring dengan pertambahan usia. “Bermula pada usia 65 tahun, seseorang mempunyai resiko lima persen mengidap penyakit ini dan resiko ini meningkat dua kali lipat setiap lima tahun,” kata Ahli Psikogeriatrik, Kantor Pengobatan Psikologi, Fakultas Pusat Pengobatan Universitas Malaya (PPUM), Dr. Esther Ebeenezer.
Menurut Esther, sekalipun penyakit ini dikaitkan dengan orang tua, namun sejarah membuktikan bahwa pesakit pertama yang dikenal pasti menghidap penyakit ini ialah wanita dalam usia awal 50-an.
Sejarah Alzheimer
Penyakit yang pertama kalinya, ditemukan oleh Dr. Alois Alzheimer pada 1907 ini, dinamakan Alzheimer, menurut namanya.Hasil bedah pengamatan, Alzheimer mendapati Syaraf otak tersebut bukan saja mengecut, malah dipenuhi dengan gumpalan protein yang luar biasa yang disebut plak amiloid dan serat yang berbelit-belit (neuro fibrillary).
Amiloid protein yang membentuk sel-sel plak protein, dipercaya menyebabkan perubahan kimia otak. Musnahnya sel-sel saraf ini menyebabkan syaraf otak yang berfungsi menyampaikan pesan dari satu neuron ke neuron lain terpengaruh.
Meskipun penyakit ini yang semula ditemukan hampir satu abad yang lalu, ia tidak seterkenal penyakit yang lainnya seperti sakit jantung, hipertensi, Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) atau sebagainya.
Kemungkinan ini disebabkan oleh penyakit ini tidak dapat dilihat gejalanya langsung seperti penyakit hipertensi yang dapat dilihat melalui pemeriksaan tekanan darah secara berkala.
Penelitian klinis terbaru menunjukkan suplementasi dengan asam lemak omega-3 dapat memperlambat menurunan fungsi kognitif pada penderita alzheimer ringan.
Pengungkapan terhadap Alzheimer
Publikasi mengenai penyakit Alzheimer masih rendah dan banyak orang tidak mengetahui tentang penyakit ini sampai dipublikasikan secara terbuka sendiri oleh bekas Presiden Amerika Serikat yang ke-40, Ronald Reagan dalam suratnya tertanggal 5 November 1994.Penyakit Alzheimer sukar dideteksi sebab banyak yang beranggapan orang tua yang semula lupa, adalah sesuatu yang lazim karena faktor usia. Padahal itu mungkin tanda-tanda awal seseorang itu mengidap penyakit Alzheimer.
Tingkat Alzheimer
Lupa meletakkan kunci mobil, mengambil baki uang, tidak tahu membeli barang ke kedai, lupa nomor telepon atau kardus obat yang biasa dimakan ialah di antara sebagian gejala ringan.Apabila orang yang sakit lupa mencampurkan gula dalam minuman, garam dalam masakan atau cara-cara mengaduk air dikategorikan sebagai tingkat sederhana.
Apabila orang yang sakit sudah tidak mampu melakukan perkara asas seperti menguruskan diri sendiri, keliru dengan keadaan sekitar rumah, tidak mengenali rekan-rekan atau anggota keluarga terdekat, ia menandakan orang yang sakit berada di tingkat yang serius.
Tanda-tanda lain
Orang yang terkena penyakit ini dapat menjadi agresif, cepat marah dan kehilangan minat untuk berinteraksi atau hobi yang pernah diminatinya. Diperkirakan bahwa pada sekitar 1950-an kira-kira 2,5 juta penduduk dunia mengidap penyakit ini. Pada tahun 2000, pengidap Alzheimer diperkirakan mencapai enam milyar orang.Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), memperkirakan lebih dari satu milyar orang tua yang berusia lebih dari 60 tahun atau 10 persen penduduk dunia menghidap Alzheimer (2003). Peningkatan ini, ada kaitannya dengan semakin banyak penduduk dunia yang berusia lanjut , masa hidup wanita meningkat hingga umur 80 tahun dan 75 tahun bagi lelaki. Selain itu, penjagaan kesehatan yang lebih baik, tingkat perkawinan menurun, perceraian bertambah dan mereka yang kawin tetapi tidak banyak anak.
Orang yang sakit yang berada di tahap sederhana dan parah akan menunjukkan tingkah laku yang aneh. Di antaranya, seperti menjerit, terpekik dan mengikut perawat ke mana saja walaupun ke WC.
Selain itu, orang yang sakit juga mendengar suara atau bisikan halus dan melihat bayangan menakutkan. Semua ini secara tidak langsung memberi tekanan mental kepada perawat sebab mereka terpaksa menjaga orang yang sakit ‘36 jam’ sehari.
Orang yang sakit juga kadangkala akan berjalan ke sana sini tanpa sebab dan pola tidur mereka juga berubah. Orang yang sakit akan lebih banyak tidur pada waktu siang dan terbangun pada waktu malam.
Secara umum, orang sakit yang didiagnosis mengidap penyakit ini meninggal dunia akibat radang paru-paru atau pneumonia. Ini disebabkan, pada waktu itu orang yang sakit tidak dapat melakukan sembarang aktivitas lain.
Yang menyedihkan, adalah orang yang sakit itu sendiri tidak memahami apa yang terjadi pada diri mereka dan memerlukan bantuan orang lain. Berita buruknya penyakit Alzheimer ini, tidak dapat disembuhkan. Tetapi, gejalanya masih dapat dikendalikan dengan obat-obatan.
Obat-obatan yang diberi pada tingkat awal, dapat membantu ingatan penderita seperti kognitif, aktivitas harian dan tingkah laku.
Orang yang berisiko
pengidap hipertensi yang mencapai usia 40 tahun ke atas
Pengidap kencing manis
Kurang berolahraga
Tingkat kolesterol yang tinggi
Faktor keturunan – mempunyai keluarga yang mengidap penyakit ini pada usia 50-an.Pengidap Alzheimer yang terkenal
Enid Blyton
Charles Bronson
Winston Churchill
Perry Como
Alfred Deakin
James Doohan
Ralph Waldo Emerson
Barry Goldwater
Rita Hayworth
Charlton Heston
Beatrice Lillie
RatuJuliana dari Belanda(1948 – 1980)
Burgess Meredith
Iris Murdoch
Maurice Ravel
Ronald Reagan
Sugar Ray Robinson
Margaret Rutherford
Cyrus Vance
E.B. White
Harold Wilson
Pembahasan Alzheimer ini gwe ambil dari sini.
gambar gwe ambil dari sini.
Dee said,
June 19, 2008 at 5:07 am
hahahhahahhahaha… ngefek jg ternyata film itu…..
cookie said,
June 19, 2008 at 7:19 am
hmmmm… mas…mas.. sedikit ikut mengutip beberapa kalimat yang cukup jadi pelajaran di film itu, klo ngga salah gini :
” Memberi maaf yaitu memberikan sedikit ruang di dalam rasa benci”
hi…hi..hi…..
ika said,
June 19, 2008 at 7:59 am
film yang dilandasi penyakit alzheimer ini ada lo, kayak The Notebook. bagus film nya,mengharukan banget
mZ.anGgIe said,
June 19, 2008 at 8:55 am
orang yang kena penyakit alzheimer tingkat srius itu kayak orang yang berkpribadian ganda.
kissweapon said,
June 19, 2008 at 10:57 am
@dee:
Ngepek seh,tapi dikit…
Hihihi
@coki :
Cie pilsup mode on neh!
Tp bener cok, hiks…
@ika :
Iyawh,the notebook yg dapet award the best kiss scene itu khan?
Huehuehue
@anggie :
Yawh mu gimana lagi, takdir…
yusdi said,
June 19, 2008 at 12:30 pm
wah baru denger ada penyakit beginian….
nice info…..
Rafki RS said,
June 19, 2008 at 10:44 pm
Mudah-mudahan kita semua terhindar dari penyakit mengerikan ini. Salam kenal.
yudi said,
June 20, 2008 at 11:35 am
saya kadang pelupa tapi semoga bukan alzheimer hehe
setan cupu said,
June 21, 2008 at 3:24 pm
@yusdi :
Yuph,thx
@rafki :
Salam kenal jg.
@yudi :
Iya,smoga saja tidak.hehehe
jimmy said,
June 21, 2008 at 8:59 pm
duh suka sedih deh kalo nonton film yang tokohnya kena penyakit
setan cupu said,
June 21, 2008 at 10:34 pm
@jimmy :
Nontonnya sambil chating aja mas!
Hehehehe
dimas said,
June 29, 2008 at 11:27 am
weks.. lupa anggota keluarga??
wah yang lupa istri jadi bisa nikah lagi donk…. hehehhee
Mr. Not so Magnificent said,
June 29, 2008 at 5:46 pm
Kalo selalu kelupaan naruh kunci dan helm gimana?
setan cupu said,
June 29, 2008 at 8:32 pm
@ dimas :
itu cita-cita ya mas? heheheh
@supergundul :
membicarakan diri sendiri?
kniapril said,
June 30, 2008 at 7:31 am
Duh, semoga ga kena penyakit ini deh
setan cupu said,
June 30, 2008 at 10:14 am
@kniapril :
Amin,mbak
nada7 said,
June 30, 2008 at 11:55 am
wah sungguh mengharukan sekali aku suka film korea jadi ingin nonton
setan cupu said,
June 30, 2008 at 5:32 pm
@nada7 :
Nonton ajah, bagus kuqh
yeni said,
July 16, 2008 at 3:53 pm
semalem aku nonton ni pilem,
huaaaaaaa,,,,,,,,,
nangis semaleman,
ni juga mata masi sembab,
acara tangis2annya sempet terganggu oleh ulah si dimas
bikin buyar aja
pilem ini bener2 menguras keringat,
eits, airmata maksudnya
NAa said,
November 18, 2008 at 6:42 pm
wwaaahhh.. aku juga pernah nonton film ini loohh,,hehe